Mar
16
Wiken ni, walopun ga panjang :P , saiah nekad untuk nge gembel lagi bareng temen-temen kantor. Ide bener-bener mendadak, pas lagi ngumpul buat hunting night shoot photo di rooftop kantor, bro Itok ngajakin jalan, dengan catatan ga terlalu jauh memakan waktu perjalanan cos waktunya ga terlalu panjang. Akhirnya pilihan jatuh ke Tanjung Lesung, kawasan resort pantai di propinsi Banten.

Perjalanan di mulai dari kawasan Slipi, meeting point seperti biasa, di Dunkin’ Slipi Jaya. Kami mengambil rute ke Tanjung Lesung menyusuri anyer dan carita di dekat pantainya, Walopun agak muter dikit liwat cilegon siy, cmn bakal memberi sensasi tersendiri. Pukul 08.00, dari Slipi, kita naek bus AC Ekonomi. It costs 17.000. Turun di pintu tol Cilegon Barat, perjalanan kita lanjutkan dengan angkutan umum. Naek angkutan umum menojo daerah Simpang di Cilegon. Ongkos 3rebo rupiah kali ini. Setelah itu, lanjot dengan angkot menojo Labuan. Sepanjang perjalanan ini, kita menyusuri pinggiran Pantai Carita dan Anyer. Perjalanan angkot ini memakan waktu 2 jam. Wew pegel ga karuan dah.. :( .. Tiba di Pasar Labuan, sekitar pukul 13.00 dengan merogoh kocek 20rebo,, Emang jauh bet siy,, .. Perjalanan belon berakhir, kita lanjot lagi dengan angkot menojo Tanjung Lesung kali ini. Angkotnya berwarna item,, Sebenere, angkot hanya mencapai sampai daerah Pasar Citeurep aja, n masih 8km sebelum nyampe di BeachClub di Tanjung Lesung. Akhirnya nego2, kita sewa itu angkot menojo BeachClubnya. Perjalanan dari Pasar Labuan mpe ke Tanjung Lesung, makan waktu 1.5 jam. Berempat, kita merogoh kocek 60rebo buat sewa angkot ntu.
Sampai Beach Clubnyam sekitar pukul 14.30. Sebelumnya, musti bayar tiket Rp. 7500. buat masuk.Langit cerah bet hari ntu, sambil memesan seafood n kopi hainam, kita langsung mule jepret2 landscape view di kawasan seashorenya.

Tak sabar menunggu, kita pun mencoba melihat keindahan laut disitu ala snorklingan.. Biaya buat snorkling disitu 50rebo buat 1 jam.. Pemandangannya juga lumayan oke jugah, ikan2nya bisa diajak maen-maen

Puas snorkelingan, kita bersiap buat sunset time..mandi-mandi dan ngopi2 bentar, kita siap menojo hunting spot. Beberapa spot kita coba, mule dari dermaga, mpe sisi sebelah kiri pantai.




See it clearly at http://foto.helmi-fajar.net
Malem menjelang, nyamuk2 dah mule menggigit kulit kami. Saatnya mencari penginapan :D Cabs dari beach club jam 8 maleman. Menojo ke Vila Kalpataru, kitah ngojek, 4 orang ngojek, abis 50rebo. Di Kalpataru kita sewa kamar seharga 250rebo buat 4 orang.. Vila ini deket ma pasar citeureup, jadi untuk akses pulang ke Jakarta ga terlau susah.
Pagi, hunting sunset mpe jam 7an. Setelah mandi, kita bertolak ke Pasar Citeurep menunggu angkutan. Ada beberapa pilihan angkutan.
- Naek Damri (jam 07.30, 08.00, 08.30) mpe Terminal Pakupatan Serang. Habis ntu sambung bus ke Jakarta
- Naek bus Asli - jam 08.30 mpe Kalideres <– ini yang kita tumpangi. It cost average 50rebo mpe Xderes. Perjalanan pulang beda dengan keberangkatan kita. Kali ini kita langsung menojo Serang. Sebenere waktu perjalanan juga hampir sama, kurang lebih 6 jam an.
** Alternatif jalur keberangkatan dari Jakarta :
Jakarta ->Serang .. Serang -> Tanjung Lesung (DAMRI or Angkuran PS)
Jakarta (Kali Deres) -> Pasar Citeureup (habis ntu, ngojek or sewa angkot mpe Tanjung lesungnya) kalo mo jalan monggo, tapi 8 km-an ..mak nyoss
Mar
12
Yesterday, I intended repairing my camera censor to a photography center retail in Duta Merlin. I had chatted with its marketing staff before, and he said that my stuff can be repair in his place for about 1 day. But when I came there, I dissapointed, because what the man said in chat, is different with the real conditions. The retail only can repair Canon stuff, and it needs 1 weeks to clean it. With a sloppy face, I continued to go to Photography Exhibition in Antara.
Dropped in Antara Photography Exhibition with my friend at 5 p.m. , after talk a while with ma ex-office’s friend of my friend :P , I go through the lobby aim to gallery. Hmm, themes of this exhibition was Tibet’s journey. A lot of B/W photos that taken with 35mm camera. The grain effect of it, make it became more artistic. But, I had a little confiusness, I don’t really blend in this themes. Mind set of me, still can’t accept the philosophy that included in Jurnalistic photos. When attended in Focus Exhibition, that show of masterpiece of Darwis’s students, I feelt ‘Wow’, it’s so amazing. .
A coffe break and little talk with my friend and gallery man, I knowing even if at a glance, that the Jurnalistic Photography, mainly talked ’bout the content of photo.. the picture that can give a story to people who see it. I must see deeply to the photos, so that I can see, how beautiful it is. Hahaha, rather makes me dizzy, I’m not reach that level yet
One of photographer that show of the masterpiece in this exhibition is Jay Subiakto. And you know what, come and see this , he’s damn right about a photography stuff , i agree 1000 percent with his opinion
Photography is about expression and feelin’
The night would came soon, I decided to go back and rest. But you know what, I meet a person that would repair ma camera. He’s actually Nikon guys and became technician for Antara. Little check and nego, he told that tommorow, I can get my camera repaired..Wew, not took a long time until I gave my camera to him. Friday 13th, me and difo will be ready for hunting session in ma office roof top.
Feb
24
Ku mo sharing sedikit crita mengenai koneksi internet shared dengan menggunakan wifi connection secara peer to peer. Kebetulan koneksi inet yang saya pake sebagai sample yaitu inet koneksi 3g Indosat Broom menggunakan USB modem ZTE, dengan 2 onggok laptop yang nantinya akan dijadikan bahan percobaan.
Oks,siapin kopi n rokok untuk sedikit setting disini
Setting Shared Inet Kamu di Modem
Pastiin setting koneksi dari modem ke laptop sudah sesuai dengan setting provider inet yang anda pake. Kemudian, meluncur segera ke Network Connection. Disitu akan keliatan modem ente yang dah aktif. Simply,right click, kemudian pilih properties di modem bersangkutan. Akan muncul jendela baru untuk konfigurasi. Klik tab advanced.
Berilah tanda centang pada Allow others network user to connect …
Tentukan Home Networking di Wireless Network Connection

Setting Koneksi Ad Hoc Wifi
Oks, sekarang saatnya setting koneksi untuk wifi nya. Pada Network Connection, klik kanan Wireless Network Connection -> Properties -> Pada tab General -> Internet Protocol (TCP/IP) -> Properties
set IP : 192.168.0.1
Subnet Mask : 255.255.255.0
Klik ok, kemudian beralihlah ke Tab Wireless Network. Klik Add, kemudian tentukan nama SSIDnya, WEP key(opsional kalo mo dipakein password dll)


selesai setting nama wifi nya, klik OK, trus akan balik ke windus Wireless Network. Klik Advanced, kemudian set ke Ad Hoc(Computer-computer )

Jika sudah, klik close, kemudian Ok untuk apply setting.
Sampai tahap ini, setting untuk ’serper’ dh ok, sekarang tinggal setting di client.
Untuk client, masuk ke wireless network nya, terus setting IP.
Masukkan ip address dengan range class 192.168.0.x dengan subnet mask 255.255.255.0
default gateway nya diarahkan ke 192.168.0.1 (ip serper)
Ada beberapa tambahan setting untuk DNS dan juga WINS. Nilai nya bisa dilihat dengan mengetikkan ipconfig /all di laptop server. kurang lebih akan muncul tampilan sebagai berikut :

Sekarang tinggal connect aja dari komputer client ke wifi ente tadi , ..Semoga berhasil..
Feb
15
This week, at least i finished ma experimentally project to make a makro lens use couple ring. Yup, the other methods to build makro lens (besides use original makro lens indeed, huhu it’s costly :( ) is to join two lens filters face to face, so that one of lens attached inverserdly. Generally, it called reversed lens method.
Lets now begin to make it.
1. Prepare lens filters that will be treated as a bridge to join lenses. Notes that we need to pay attention bout lens diameter. Make sure it compatible. In ma case, I use Lens kit of D40 that has 52mm size in it and Nikon Fix lens 50mm:1.8 that has 52mm size too. I use UHU glue to stick the filter on. Remember to let-off the filter glass.
** i bought lens filter IDR 10.000 in Pasar Baru with a barst in filter glass. we don’t need it glass, so it doesn’t matter indeed

2. After you had finished, make sure it completely dry. Oks now you can try to it. I use Lens Kit attached in body and fix lens in front of Lens kit inversedly. It appeared like this :


3. Oks when it had attached now, I use to set my lens kit in its max focal length and aperture between 11.0 to 22.0 (to get DOF as i expected) while front lens, i set it in maximal aperture (1.8) and focus length to infinity. In this case, i use manual focus. It will be difficult to make it in AF mode while we catch a small object that move very fast.MF make it faster. Sometimes we need to move camera forward or backward to make an object focussed. Its focus range between 5 to 10 cm,weww.. it’s so close with object

NB : when it needs to get close with an object, i must be very carefull when try to capture a flying bug or other (the are became mousy when i come near
) .. patient patient..practise practise .. huhhuhu .. more and more practise, i think it will make me accustomed with this condition
Here are a bit result when used reversed lens in this morning :


Koleksi-koleksi makro ku, monggo diliat disini http://foto.helmi-fajar.net/index.php/Makro
Feb
11
see a lot of Macro photo’s Post in FN, really buzz me, wow its amazing.. Its detail descript very well.. When travell at mutun i tried to make a photos with macro theme, of course use Macro feature in Tamron lens..
I used autofocus when try to capture an insect that always moving..wew, its make my eyes stiff when try to compo it from view finder..it’s really need effort
Not after long, i try to make it manually..it’s become much easier, cos focussing object became more quickly (and not really make ma eye became stiffy
) .. when i decided to use its lens, i realized that it has a pricipal weakness..Minimum focus range is almost 1.5m both use manual or AF ..wew what a range,, so that i can’t yielding magnification as i excepcted.. Here it is the insect that i captured use Tamron :

Think and think, how to make an object magnification as i expected .. I found method that maybe i can use in ma next macro themes..
Jan
28
Liburan imlek ini, Alhamdulillah dapet juga kesempatan untuk mengunjungi Lampung. Jumat (23/1) broder di kantor ngajakin buat jalan menikmati bumi Indonesia. Me reschedule ulang acara wiken, akhirnya jadi juga kita berangkat. Sabtu pagi (24/1) pukul 07.30, Slipi Jaya menjadi meeting point kita. Tak lama berselang, kita naek bus menuju Merak Harbour. Perjalanan melewati Serang, Cilegon, ditempuh dalam waktu hampir 2 jam an. Pukul 09.30, kita sampe di Merak, belanja sedikit cemilan buat di kapal (Bala-bala, pisang goreng, cireng, tempe goreng).


Day 1 [24 Januari 2009] .. Trip to Mutun Beach and Tangkil Island

Jam 13.30, kita akhirnya sampai di Bakauheni. Sedikit mengganjal perut di komplek pelabuhan (Nu York Fried Chicken—rasa ayamnya aneh – tapi berhubung laper, ya hajar bleh aja). Selesai ishoma, perjalanan kita lanjotkan menggunakan bus menuju ke daerah Panjang.. Sopir Sumatra gila-gila, kaco dah nyetirnya pada. Jam 3an sore, kita turun di Panjang.Perjalanan kita lanjutkan menggunakan angkot (Ajib gilee, masak ngangkot harus bayar 15 rebo, gila aja tu kernet) menuju ke Gudang Garem. Dari Gudang Garem, kita terusin naek angkutan jadul type. Jalur asli angkot sebenarnya enggak liwat ke komplek pantainya, and musti nerusin perjalanan dengan jalan kaki hampir 3km an buat nyampe pantai. Cuman karena dah kelewat sore, akhirnya kita mutusin buat dianterin sampe ke pantenya dengan nambah ongkos 5 rebo. Total kita bayar 10rb jadinya.
Masuk ke muntu, kita bayar tiket @5rebo perak, jeprat sana-sini



Awalnya kita mo stay di Muntu beach aja. Tapi ngobrol sana-sini ma nelayan setempat, ternyata ada pulau diseberang pantai itu, and tempatnya suepi..kita berpikir bisa dapet private island ni
Nego sana-sini, akhirnya kita dianterin kapal ke pulau yang bernama Tangkil. Total kita sewa tu kapal 50rebo termasuk ongkos buat njemput keesokan paginya.
Sesampainya dipulau, kaget juga dengan keindahan dan ‘kesepian’ tu pulo..mansatap ..mandi di pantai kancut doank hahaha



Read more
Jan
6
Huehue, at least i’ve the time to release ma nu gadget. Actually, it came to me in the end of this year at December..but because stuck around in office and had a lot of journey
this post shut-in in ma database.
I’ve got this lens from ma broder in Gresik. A Tamron lens with macro features and optimal until 15 metres to zoom out. Its focal length came from 70 until 300 mm..huhhuu,long enough to make a snapshot in swimming pool
Besides, i’m very interesting with its built motor to make focussing object became more easy use autofocus indded. When still use Nikon 80-300mm G AF (G series without autofocus motor), i always worried for made a mistakes in focusing object see here in ma last post
But with built in motor in Tamron, those problem slow but sure, had been overcome
.. Although, i keept learn to use manual focus..cos in the real event, auto needs much longer time to focussing an object than manual.. But will see
:D

Jan
5
Liburan awal tahun ini sebenernya bingung mo ngapain and kemana. Walhasil pas nyampe Porjo tercintah (halah), broder ngajakin touring bareng temen-temene ke Lembah Dieng di daerah Wonosobo. Dengan muka ngiler bin salid, akhirnya setojo juga buat jalan kesana.
Berangkat dari Sucen Sabtu, 3 Januari jam 90.00 pagi. Melintasi jalur maroon dengan sekeliling hutan dan jalanan menikung tajam, naik turun dengan pemandangan yang mak nyooss abies melewati desa-desa di Wonosobo..Perjalanan di tempuh dalam waktu hampir 2 jam..huhuuhu, lama ndak touring motor, pantat ini brasa pegal ta karuan, tapi mata terpuaskan dengan pemandangan sekitar





oks, masuk masuk, kita agak terganggu ma banyaknya tukang parkir and tiket terusan yang ternyata ga apailabel lagi,,hhuhuu, walhasil tiap kali masuk objek, bakalan suruh bayar mulu ..
Karena kita dah agak siangan, kita akhirnya pilih-pilih objek nya sebagian ajah. Pilihan pertama jatuh ke kawah dieng



See all photos here
Des
30
25 Desember 2008 :
Liburan ini akhirnya kesampaian juga berkunjung ke Bromo. Berangkat dari Rawamangun barengan ma bro’ n sist’ : Vera, Ais, Bobby and Dela. Kita dipaksa untuk bersabar menunggu bus yang akan memboyong kami ke Gresik sebagai meeting point awal kami dengan bro Purta yaitu Kang Fajri ‘Mukidi’ Darmawan and Kang Bowo ‘Kribo’. Dari jadwal keberangkatan kami yaitu pukul 17.00, bus akhirnya datang jam 11 malem, wew, capek nunggu selama hampir 7 jam, sempet makan mpek mpek and shalat Maghrib jamak Isya’, tapi karena emang udah semangat ’45 buat menyambangi Bromo, semua terasa hilang seketika naek ke bus.




26 Desember 2008
Bus berangkat, pagi pun menyeruak (halah ga kukuh bahasanya
) and ternyata baru sampe Tegal, wahahahah..jus jus jus..bus berjalan melewati pinggir pantai di daerah Rembang mpe Tuban,, lumayan mengusir kebosanan
dengan nglihat pante ntu.
Kegiatan di Bus : tidor, nyemil,gangguin orang tidor,motoin orang tidor,ngrokok,maen remi, nge gosipin orang (capee dee), curhat session
Akhrinya mendekati jam maghrib, kita nyampe di Gresik dengan dijemput Kang Fajri (Wooghh what a long trip, almost 20 hours we are on de bus, dah kapalen ni pantat).. Mandi and ‘medhang’ bentar di rumah doi, akhirnya jam 19.30 kita berangkat menojo Bromo via Tongas. Tapi sebelumnya, mampir dolo ke Sidoarjo buat nyamper Kang Bowo yang ikut serta jugah..Rombongan terdiri dari 2 mobil dengan driver yang mangstap dah, saking hapalnya medan, merem pun nyampe
Jam 23.30, kitah nyampe di Cemoro Lawang, terminal terakhir sebelum ke Pananjakan. Semalem begadang, minum kopi, ngrokok buat menunggu mpe jam 04.00 pagi.. Akhirnya ga kuat jugah, tidor bentar buat nyiapin stamina keesokan harinya..ZZzzzz…zzzZZZ….grrookkk grrookkkk…


27 Desember 2008
Jam 02.30 pagi, rombongan dah bersiyap dengan mantel tebelnya, beterei kamera full, raincoat, head cap, ransum berisi makanan yang kesemuanya menempel di badan para adventurer

Tapi apa dinyana, 2 land cruiser jeep yang akan membawa kami ke view point ternyata terlambat datang.Walhasil kami terkatung-katung mpe jam 04.30 pagi dimana peserta lain dah pada berangkat and situasi post dah mule sepi. Jeep dating .. Brmm brnmmm budhal cak!! pake ngebut jg ga papa, asal jangan nyelonong ke jurang
…ngebut juga tu jeep dengan medan yang wuahh banget, serem kale pokoknya. Jalan berliku, kanan kiri jurang dengan sudut tanjakan nyampe 45 derajat, pa lagi gelap gulita.. Amateur not allowed driver here, it’s dangerous
Nyampe view point, kita hampir terlambat untuk mendapatkan sunrise (hhuhu, bisa nangis batin aku, jauh2 ke bromo ga dapet shoot sunrisenya, fiuhh untung ada pak tukang ojek yang membantu melewati jalan becek – ga pake payung n hujan) …
Matahari menyembul juga akhirnya..Subhanallah, sambil kamera terus menjepret tiap2 warna yang keluar di langit dan juga gunung-gunung yang masih terselimuti awan yang mulai tersinari mentari, tak henti bibir ini takjub dengan mahakaryaNya yang elok ini..Negeri diatas awan, negeri seribu gunung, surga nya potograpi, semua terbuktikan dengan mata kepala sendiri..Subhanallah..
Saking asik nge jepret sambil bolak-balik nge ganti lensa kit, tak sadar tanganku dah berair karena kedinginan..huhuu, males banget pas ngejepret pake sarung tangan, kurang bebas soalnya, jadi ta niatin ga pake sarung tangan aja pas naek. Walhasil,hampir membeku ni tangan kena dingin.


Puas menikmati pemandangan dari view point, sekitar jam 09.00 sehabis makan pop Mie diatas, kitah turun lagi menojo ke kawah Bromonya. Dengan menggunakan Jeep Land Rover, rombongan turun gunung, melintasi gurun berpasir. Ditengah jalan, lagi-lagi nemu spot bagus buat shoot. Mobil pun berhenti. Kali ini, bareng ma Kang Fajri, duel foto pakek objek dengan menggunakan model catutan
yang kebetulan semobil ma kitah.. Simbok Vera and Dela ‘Yayuk’ nurut aja pas kita suruh buat bergaya and berlenggok kanan kiri and jempalik jungkir cem model beneran gitu (suruh nyebur ke jurang jangan2 juga mau..hihihhiii).


Puas menikmati spot tadi, lanjot ke kawah. Kita menyewa kuda kali ini buat nyampe ke kawahnya. Wuihh gaya, kudanya pada punya kartu nama dengan nama yang keren-keren, kartu nama ntu dipake cem kartu parkirnya doi kali yak. Bergaya bentar ala The Young Guns hehehe ..
Naek ke atas kawah melewati anak tangga dengan kemiringan yang lumayan nge buat paru-paru kembang kempis, akhirna nyampe juga ke kawahnya dengan disambut bau belerang yang nge buat tenggorokan sesak. Hunting beberapa objek bagus disinih mpe puas and neg dengan bau belerang tentunya


Perjalanan dilanjotkan menojo Savana.. Setelah melewati gurun pasir yang lumayan panjang, rombongan akhirnya nyampe juga ke Savana dengan hamparan hijau merona..Ga kalah ma pemandangan di view point tadi. Latar hijaunya yang tajam, bener2 elok buat dijadikan background objek-objek. Tak menyia-nyiakan kesempatan, akhirnya foto-foto (gilak mode ON) pun dimulai..




Capek, sekitar jam 11 an kita balik menojo cemoro lawang.. weew, cuacanya bener2 ekstrim di siang hari. Puanas banget euy, jauh beda ma cuaca di malem harinya, edun yeuh mah. Seselesai broder pada mandi dolo, akhirnya kita turun ke bawah, bu bye Bromo .. Next year, insyallah we’ll see ya again
The Team :
Arif ‘Inside’ :
Bobby Huey :
Simbok Vera : 
Della ‘Yayuk Amoy’ :
Bowo ‘Kribo’ :
Fajri ‘Mukidi’ : 
Okik :
Helmi : 
Oleh-oleh Hunting :
Fotogrfer : lhypsync, mukidi





See all Foto in :
My Web Gallery
Fotografer.or.id
Des
22
This wikend, i had a trip to Bandung.. It’s been a long time since i visiting this city., ehmm for about 2 months i think
One thing that i want to visit is ma friend in Campus Dayeuhkolot.. When depart to ‘old’ environment of campoes, it’s like i am going to move backward in ma time line of life.. 2003 when i’m first came to the campoes of Dayeuhkolot..still curly, cute
, artless, thinny (weight when i firstly came is 55 Kgs) .. The momories still remain in ma skull warmly
Saturday, December 20th -> 11 a.m.
Yup, Bandung is heaven of expense..Exlusive stuff with a minimun prices 
Ouval Rsch in buah batu became ma first target. Polo shirt and funny shirt wrapped to ma bag. Go to Cihampelas street, Eiger became ma next target. This time, wannabe buy a camera bag for ma D40’s and Tele lens.. Hohoho, the price almost like Lowepro, not strong enough ma pocket to pay it, besides i think it’s to big, just like a real photographer..i’m still amateur pisan euyy
At least there are one type of bag (actually it used for handycam but enough to carry Cam Kit and one lens) :D
Aiming to Dayeuhkolot, stop for a while in Paberik Badjoe. Got wrangler jeans and Executive shirts (One of it is a muscle type, i don’t realize it, s**t.. When i try it in ma place this morning, it’s very congested in ma body, so that ma fat become collabsible..iiiuhhhhh)
Sunday, December 21st
Ealy morning, visiting Mr. Jenggot at Gedong 1. There a Mr. Ndoz too that had been arrived from Jogjakarta. Along day, playing cards with them until afternoon wow what a day 
at night, going to UKM Djawa’s performance at GSG Building in campus.. It really funny and pleasing when see crew of loedroek threw fresh humorous story about Baturaden site. They are very total and freely when perform.. Two thumbs for this performance
Night, 00.30 a.m go to sleep in Widhi and Ucil places in Bojongsoang street..at 03.30, glide n splitting night coldness to Bandung Railway Station.. Depart to Jakarta, get back to ma ‘normal’ activity ..
—- End of Journey —-